
Jakarta, Cross Faith Ministry Indonesia
—
Ketua
DPP PDIP
,
Andreas Hugo Pareira merespons santai ritual adat injak kepala kerbau yang dijalani Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi dalam safari politiknya di Kedatun Keagungan, Jalan Sultan Haji, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6).
Andreas tertawa saat ditanya apakah PDIP tersinggung dengan ritual tersebut. Dia pun menegaskan bahwa lambang PDIP bukan kepala kerbau, melainkan banteng. Ia juga menantang Jokowi naik kelas, tampil di panggung dunia sebagai mantan kepala negara.
“Kalau seandainya menginjak kepala kerbau itu, oleh yang menginjak, mau dimaknai sebagai simbolisasi menghina PDIP, ha-ha-ha…, maaf, lambang PDIP bukan kepala kerbau. Lambang PDIP itu banteng moncong putih,” kata Andreas saat dihubungi, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di luar ritual itu, sebagai seorang yang pernah menjadi presiden, Andreas memandang Jokowi tak semestinya diidentikkan sebagai tokoh masyarakat tertentu.
Sebab, presiden adalah simbol pemersatu semua kelompok masyarakat dan adat istiadat di Indonesia. Menurut Andreas, alih-alih dinobatkan gelar adat, Jokowi sebagai mantan Presiden mestinya bisa masuk pergaulan internasional.
“Harus naik kelas dong, kelasnya harus beda dong. Masa sih, mantan presiden mainannya masih lokal-lokalan, masih mau cari dukungan suarakah?” Katanya.
Jokowi menerima gelar “Baginda Pemuka Bangsa” dalam prosesi adat Lampung yang berlangsung di Kedatun Keagungan, Jalan Sultan Haji, Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6).
Dalam momen itu, Jokowi yang duduk di sebuah kursi lengkap dengan pakaian adat setempat yang dia kenakan, menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus memastikan pelaksanaan ritual bukan atas kemauan Jokowi, melainkan masyarakat adat di Lampung sebagai penghargaan atas kontribusi selama menjadi presiden.
“Ritual itu bukan Pak Jokowi buat. Pak Jokowi hanya sebagai orang yang diberikan gelar tersebut,” kata Bestari saat dihubungi, Senin (29/6).
Sementara, tokoh adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama yang bergelar Sultan Seghayo Dipuncak Nur, menjelaskan prosesi pemberian gelar adat atau muakhi telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya masyarakat Lampung sejak ribuan tahun lalu.
“Prosesi pemberian muakhi (gelar adat) ini memang sudah berlangsung ribuan tahun lalu di Lampung. Ini adalah bagian dari penerapan piil pesenggiri, falsafah budaya Lampung yang mengedepankan nemui nyimah atau silaturahmi,” ujar Mawardi.
(thr/ugo)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Cross Faith Ministry]
Baca lagi: Sederet Studio Hollywood yang Kini Pakai AI dalam Kerja Perfilman
Baca lagi: Pelatih: Messi Minta Tak Starter di Argentina vs Yordania Sebab 2 Hal
Baca lagi: Sebut Kasus YTR Belum Masuk Penyiksaan, Komnas Perempuan Minta Maaf




13 Responses
setelah saya melihat artikel ini banyak sekali pengalaman baru yang baru saya ketahui https://forexea.forumotion.com/f1-forex-ea-discussion
banyak sekali yang bisa di petik dari artikel ini https://forexea.forumotion.com/t3-forex-ea-reviews
mantap , artikelnya keren banget nihh http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9831-3/
Situsnya bersih dari iklan yang mengganggu, jadi bisa fokus penuh baca artikelnya sampai habis https://www.kufirst.center.ku.ac.th/rainskuforthailandfoodvalley2022/
Penulis berhasil membuat saya terus membaca dari awal sampai akhir tanpa jeda.https://forexea.forumotion.com/t34-is-metatrader-a-very-nice-platform-to-learn-trading
Transisi antar paragrafnya sangat mulus sehingga pembaca tidak binhttps://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-focus-virtual-connect-episode-2/gung.
Sangat mencerahkan hari saya, terima kasih!https://www.siteprice.org/competitors/expertadvisorblog.wordpress.com
Tulisan seperti ini membuat pembaca lebih mudah memahami topik yang dibahas. Saya juga menyimpan tautan https://www.vevioz.com/king88comguru?mode=night.
Terima kasih sudah membuat artikel yang mudah dipahami. Kalau ingin membandingkan referensi, silakan cek https://www.speedrun.com/users/king88com/pending?view=pending.
Artikel yang sangat menginspirasi dan penuh dengan ilmu-ilmu mahal. Terima kasih banyak atas dedikasinya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-3-by-fiku-live/ keud nya sama sama bagus
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=326 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Terima kasih sudah membagikan artikel yang informatif seperti ini. Buat yang ingin melihat sudut pandang lain, saya juga menemukan http://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=605 yang cukup menarik.
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link http://e-vote.pepper.jp/business/329.html ini juga sangat direkomendasikan.