
Jakarta, Cross Faith Ministry Indonesia
—
Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli
dan sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) ramai-ramai mundur dari partai.
Ferri mengklaim muncul perbedaan pandangan mengenai arah perjuangan partai. Keputusan Ferri dan para anggota serta pengurus hengkang tidak berselang lama setelah Presiden Partai Buruh Said Iqbal masuk dalam kekuasaan.
Said kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, setelah menunggu sekian windu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Said tak ambil pusing dengan keputusan Ferri dan para anggota lainnya. Ia mengatakan pengunduran diri kader dalam partai politik merupakan hal yang lumrah.
“Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar, apalagi terkait anggota 1,3 juta tersebut,” kata Said kepada
Cross Faith MinistryIndonesia.com
, Sabtu (27/6) malam.
Mundurnya Ferri ini pun membuat Partai Buruh kembali menjadi sorotan. Partai debutan pada Pemilu 2024 lalu itu gagal merebut kursi sebagai anggota DPR dan melenggang ke Senayan.
Perolehan suara sah nasional Partai Buruh hanya 972.910 suara atau 0,64 persen, sehingga tidak memenuhi ambang batas parlemen di angka empat persen.
Mengutip dari situs resmi Partai Buruh, partai ini dibangun kembali oleh para pendiri yang berasal dari empat konfederasi serikat pekerja terbesar dan 50 federasi serikat pekerja tingkat nasional, forum guru dan tenaga honorer, dan organisasi petani serta nelayan.
Partai Buruh memang memiliki jejak yang kurang mentereng di Indonesia, khususnya di kancah pemilu. Pada Pemilu Legislatif 2004 silam, Partai Buruh Sosial Demokrat di bawah kepemimpinan Muchtar Pakpahan ikut Pemilu. Namun, mereka juga gagal lolos ke parlemen saat itu.
Dikooptasi oligarki
Co-Founder Center for Indonesian Governance and Development Policy (CIGDEP), Cusdiawan berpendapat bahwa jejak muram Partai Buruh itu tak bisa dilepaskan dari konteks struktur ekonomi politik dan warisan historis Orde Baru.
Ia berpendapat kaum buruh mengalami depolitisasi dan hanya menjadi subordinat dalam retorika pembangunan ekonomi yang dikampanyekan negara, dan lebih banyak berada dalam pusaran kompetisi oligarki di sisi lain.
Cus menyebut dalam kategori sosiologis, buruh memang memiliki basis sosial yang kuat. Namun, tidak menjadi kekuatan politik signifikan dalam percaturan politik di Indonesia.
“Buruh mengalami depolitisasi, yakni dipisahkan dari tradisi politik kelas dan hanya menjadi subordinat dalam kepentingan bisnis dan negara,” kata Cus kepada
Cross Faith MinistryIndonesia.com
, Senin (29/6).
Cus menyampaikan hal itulah yang menjadi akar mengapa kekuatan sosial buruh tidak terkonversi menjadi kekuatan politik termasuk gagal terepresentasi dalam arena politik formal-institusional.
Cus juga menyampaikan sebagai kelanjutan dari masalah struktur historis itu, buruh sebagai kategori sosiologis pun tidak pernah benar-benar menjadi subjek politik termasuk setiap kontestasi pemilihan legislatif yang berlangsung.
Tanpa kesadaran dan politik kelas, buruh terfragmentasi ke kantong-kantong identitas lain. Selain itu, lemahnya kapasitas institusional yang berangkat dari politik kelas ikut memudahkan para elite-oligarki untuk mengkooptasi organisasi buruh.
Cus menyebut pada akhirnya buruh hanya berada di pusaran kompetisi kepentingan elite-oligarki yang suaranya diperebutkan, termasuk tiap pemilu berlangsung.
“Di sinilah buruh tidak benar-benar menjadi subjek politik. Walaupun perubahan-perubahan dalam level permukaan sebagai akibat tuntutan buruh bisa kita lihat, tapi ini bukan perubahan dalam konteks yang lebih struktural atau mengakar,” ujar dia.
Selain itu, Cus juga berpendapat mengapa Partai Buruh cenderung ‘gagal’ saat mengikuti Pemilu.
Ia berpendapat di era ini, preferensi pemilih dalam Pemilu tidak berbasis pada kelas sosial. Kalaupun iya, faktor itu bukan faktor determinan.
“Ini juga yang menurut saya menjadi faktor penyebab kegagalan partai buruh tiap pemilu,” ucapnya.
Fragmentasi gerakan
Terpisah, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro menyinggung fragmentasi gerakan di internal Partai Buruh yang memiliki banyak organisasi maupun kelompok.
“Karena sebuah partai yang baik dia bisa menghimpun beragam faksi-faksi organisasi, sehingga bisa membuat struktur yang kuat untuk membuat partai terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu,” ucap Agung.
Kemudian, Agung juga mengatakan mayoritas partai politik di Indonesia memiliki ceruk perolehan suara yang besar jika terkait dengan identitas, suku, agama, arau ras.
Sebaliknya, kata dia, Partai Buruh lekat dengan kelompok profesi, sehingga ceruk itu pun mengecil.
“Apalagi kita tahu para pekerja kita, populasi penduduk Indonesia itu punya pekerjaan informal yang cukup besar di sektor pertanian, kemudian perikanan, kemudian soal perkebunan, sektor informal yang itu sedikit banyak tidak memiliki afiliasi kepada sektor perindustrian,” ujarnya.
Selain itu, Agung juga berpendapat minimnya tokoh kharismatik di Partai Buruh itu sendiri.
Menurut dia, partai membutuhkan sosok atau figur yang kuat. Namun, ia tidak melihat hal itu dari Partai Buruh.
“Sehingga ketika pileg berlangsung, publik sudah mendapati di tiap dapil, mereka punya tokoh-tokoh buruh yang relevan akan kebutuhan dan kepentingan mereka,” ucapnya.
(fra/mnf/fra)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Cross Faith Ministry]
Baca lagi: FOTO: Parade Perayaan 80 Tahun Vespa di Italia
Baca lagi: Haru Suporter Jepang usai Tersingkir di Piala Dunia 2026
Baca lagi: Malaysia Lanjut Pencarian Pesawat MH370, Perpanjang Kontrak Mitra




17 Responses
suka banget sama pelayanan nya , super duper bagus dan baik nih https://www.kufirst.center.ku.ac.th/3341-2/ , ga bakal salah
menyenangkan sekali , saya rasa akan mengunjunginya lagi kesini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/8617-2/
banyak sekali yang bisa di petik dari artikel ini https://forexea.forumotion.com/t3-forex-ea-reviews
mantap , artikelnya keren banget nihh http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9831-3/
saya akan kembali lagi ke halaman ini untuk melihat artikel nya , good job http://www.kufirst.center.ku.ac.th/bioactivity-webinar-series-4/
Kesimpulan yang ditarik pada bagian akhir sangat brilian.https://www.kufirst.center.ku.ac.th/asifood2020_1/
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://cvedb.shodan.io/dashboard/cve/CVE-2008-5724 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Sangat mencerahkan hari saya, terima kasih!https://www.siteprice.org/competitors/expertadvisorblog.wordpress.com
Saya mengapresiasi cara penyampaian yang jelas dan sistematis. https://velog.io/@king88comguru/about
Terima kasih sudah meluangkan waktu membuat konten yang bermanfaat. Saya juga sering mencari referensi melalui https://www.metooo.it/u/king88comguru.
Terima kasih sudah menyajikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami. Saya juga menemukan pembahasan menarik di https://hcgdietinfo.com/hcgdietforums/members/king88comguru/.
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link http://fatcow.com/blog/?p=369 ini juga sangat direkomendasikan.
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=2003 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://akhmadiinkhotkhon-1.ub.gov.mn/?p=1638, lumayan buat pelengkap.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di http://fatcow.com/blog/?p=1762 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Artikel ini adalah definisi dari “tahu cara memanjakan otak pembaca”. Sangat kreatif dan bertenaga https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9941-2/ artikel seperti ini yang saya tunggu
Artikel ini bernilai investasi tinggi bagi masa depan karena memuat strategi bertahan yang sangat relevan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/high-valueadded_vgreenku2/